Tampilkan postingan dengan label RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

INDONESIA MASUK 10 BESAR PENYUMBANG SPAM TERBANYAK



Uckit-Sang-Pencerah - Jakarta : Perusahaan keamanan Kaspersky Lab telah merilis laporan terbarunya terkait email spam yang beredar di dunia maya.

Laporan bertajuk Spam Report 2012 ini melaporkan jumlah email sampah yang beredar mengalami tren yang menurun hingga mencapai tingkat terendah dalam 5 tahun terakhir.

Rata-rata spam pada 2012 lebih kecil 72,1 persen-82 persen dibanding tahun 2011. Penurunan jumlah spam seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang menarik dari laporan ini, Kaspersky merilis peringkat negara penghasil spam terbanyak. Indonesia masuk dalam sepuluh besar dengan berada di urutan ketujuh dengan presentase 3,1 persen.

Posisi pertama penyumbang spam terbanyak ditempati oleh China.

China, yang pada 2011 bahkan tidak masuk dalam 20 teratas negara penyebar spam, menduduki tempat pertama dengan menyumbang 19,5 persen dari seluruh email spam 2012.

Berikut 10 besar negara penyumbang spam terbanyak di dunia.

1. China
2. Amerika Serikat
3. India
4. Vietnam
5. Brasil
6. Korea Selatan
7. Indonesia
8. Rusia
9. Inggris
10. Taiwan

Menurunnya jumlah spam

Menurunnya jumlah spam disebut oleh Kaspersky karena peningkatan perlindungan antispam secara keseluruhan. Filter spam sekarang dipasang di hampir semua sistem email, bahkan email gratisan sekalipun.

Selain itu, tidak sedikit provider email mewajibkan kebijakan signature DKIM (signature digital yang memverifikasi domain pengirim email). Faktor lain di balik menurunnya jumlah spam adalah terjangkaunya harga beriklan di platform legal.
Sumber : KLIK DISINI

Jumat, 01 Februari 2013

TURIS ASING SUMBANG DEVISA 9.1 MILIAR DOLAR



Uckit-Sang-Pencerah - Jakarta : Sebanyak 8,04 juta turis asing berkunjung ke Indonesia sepanjang 2012 lalu. Kunjungan turis ini naik 5,16 persen dibandingkan kunjungan wisatawan di tahun 2011. Pada 2011 lalu, kunjungan turis asing hanya 7,65 juta orang. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan dari kehadiran turis ini, diperkirakan sebanyak 9,1 miliar dolar AS masuk ke Indonesia. "Kalau ada turis masuk, mereka pasti menghabiskan banyak uang disini," ujar Suryamin, Jumat (1/2). 

Kenaikan jumlah turis asing ini tertinggi masuk melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung sebesar 27,28 persen. Diikuti Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta 22,35 persen dan Bandara Sepinggan Balikpapan 7,82 persen. Sementara itu, penurunan tertinggi terjadi di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta sebesar 9,31 persen. 

Berdasarkan survei, rata-rata lamanya tinggal wisman di Indonesia mengalami penurunan. Pada 2012, rata-rata turis asing tinggal di Indonesia selama 7,70 hari. Di tahun  2011 lamanya turis asing tinggal selama 7,84 hari. 

Namun, lamanya tinggal para turis tidak berdampak pada pengeluaran wisman per kunjungan. Rata-rata, pengeluaran wisman naik 3,17 persen dari 142,69 dolar AS menjadi 147,22 dolar AS pada 2012.

"Seiring peningkatan jumlah kunjungan dan pengeluaran wisman per kunjungan, penerimaan devisa pariwisata meningkat mencapai 9,1 miliar dolar AS," kata Suryamin.

Sumber : KLIK DISINI

Selasa, 18 Desember 2012

INDONESIA AKAN JADI SALAH SATU KEKUATAN DUNIA

Uckit-Sang-Pencerah : Washington : Indonesia bersama negara-negara berkembang lainnya diperkirakan akan memiliki peran dominan di bidang ekonomi dan politik pada 2030, mengambil alih peran negara-negara barat. Berdasarkan hasil studi Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat dalam laporan "Global Trends 2030: Alternative Worlds" disebutkan pengaruh negara-negara barat akan semakin menurun seiring stagnasi pertumbuhan yang mereka alami.

Seperti dilansir Business Times, 17 Desember 2012, Asia diperkirakan akan melampaui Amerika Utara dan Eropa dalam ukuran produk domestik bruto, jumlah populasi, belanja militer dan investasi teknologi. Dewan Intelijen Amerika menyediakan informasi bagi komunitas intelijen negara itu. Mereka menyebutkan prospek ekonomi dunia akan semakin tergantung pada posisi negara berkembang, yang dipimpin Cina, India, dan Brazil.

Pemain-pemain di kawasan seperti Indonesia dan Korea Selatan di Asia, Columbia dan Meksiko di Amerika Latin juga akan menjadi sangat penting bagi ekonomi global. Buktinya negara-negara berkembang menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan global dan 40 persen dari investasi global. Dewan Intelijen menyatakan data itu bisa berpotensi meningkat sehingga memberikan tantangan ketidakstabilan ekonomi global.

“Kontrasnya pertumbuhan yang cepat di negara-negara kawasan itu membuat ketidakseimbangan global dimana menyumbang terjadinya krisis finansial pada 2008 dan sistem internasional,” ungkap laporan itu.

Pertanyaan pentingnya, tambah laporan itu, meningkatnya ketidakpastian akan mengakibatakan rusaknya sistem global ataukah pengembangan beragam pusat pertumbuhan bisa membuat daya tahan ekonomi semakin meningkat.

Sementara banyak negara barat sedang memastikan bahwa pelambatan ekonomi yang mereka alami saat ini karena dampak krisis finansial di 2008 dan tidak akan semakin terperosok lebih lama. Namun beberapa negara seperti Indonesia mencatatkan pertumbuhan dan harus konsentrasi agar perkembangan ekonomi berkelanjutan dan menghindari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap). Kondisi di mana pendapatan per kapita masyarakat Indonesia tidak akan bisa tumbuh seperti pendapatan di masyarakat negara maju.

“Untuk menghindari kondisi itu, Indonesia harus mempertimbangkan untuk menerapkan perubahan yang luas pada peran lembaga politik dan sosial,” ungkap Dewan Intilejen.

Ekonomi Indonesia telah tumbuh diatas 6 persen dalam beberapa tahun terakhir sehingga mendorong pendapatan masyarakat per kapita menjadi lebih dari US$ 3.500. Sebagai perbandingan pertumbuhan Amerika hanya separuhnya dari Indonesia sementara beberapa negara di Eropa justru berada dalam resesi.

Dengan diluncurkan program masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), pemerintah Indonesia tampaknya melihat pesan dari Dewan Intelijen secara serius. Proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 4.000 triliun tersebut akan membantu Indonesia menjadi negara denga ekonomi terkuat pada 2025.
Sumber KLIK DISINI

Minggu, 22 Juli 2012

Kuwait butuh 1.600 tenaga profesional Indonesia

 
Sebanyak 30 perusahaan terkemuka di Kuwait menyatakan membutuhkan segera 1.687 tenaga kerja profesional Indonesia untuk ditempatkan di beberapa bidang pekerjaan,"

Kairo (UckitSang-Pencerah) - Sejumlah perusahaan raksasa Kuwait membutuhkan segera lebih dari 1.600 tenaga kerja profesional berbagai bidang dari Indonesia.

"Sebanyak 30 perusahaan terkemuka di Kuwait menyatakan membutuhkan segera 1.687 tenaga kerja profesional Indonesia untuk ditempatkan di beberapa bidang pekerjaan," kata siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait yang diterima ANTARA Kairo, Ahad.

Permintaan atas tenaga kerja profesional dari Indonesia itu disampaikan dalam acara temu bisnis di Kuwait yang diprakarsai KBRI Kuwait bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).

Temu bisnis bertemua "Indonesian Employment Table Top Meeting 2012" pada 18 Juli 2012, di Hotel Regency, Kuwait City itu dihadiri 42 manajer sumber daya manusia dari 30 perusahaan beragam usaha.

Perusahaan yang hadir dalampertemua itu, antaa lain, M.H. Al Shaya, Kuwait Automotive Imports Company, Radisson Blu Hotel, Kout Food Group, Mc Donald Kuwait, Al Ghanim Industries, Carrefour, Mustafa Karam & Sons Company, dan Costa Del Sol Hotel.

Banyak dari perusahaan di Kuwait tersebut sangat membutuhkan tenaga kerja, bahkan ada yang mengnginkannya sebelum berakhir bulan Ramadhan ini, katanya.

Disebutkan, tenaga profesional yang dibutuhkan tersebut adalah 100 tenaga untuk restoran cepat saji (Fast food), 200 orang untuk posisi di retail Hypermarket, 409 posisi di bidang manufaktur, sopir transportasi bus sebanyak 300 orang, tanaga las 150 orang, mekanik otomotif 163 orang, dan 365 perawat kesehatan.

Duta Besar RI untuk Kuwait, Ferry Adamhar, dalam sambutannya menyatakan bahwa tenaga kerja formal Indonesia telah tersebar di Timur Tengah terutama di di wilayah Negara-negara Arab Teluk. 

"Dedikasi dan kerja keras dari para tenaga kerja formal Indonesia telah menyebabkan perusahaan-perusahaan pengguna menginginkan agar Indonesia dapat dibuka lebih luas lagi", katanya.

Pada kesepatan sama, Kepala BNP2TKI, Moch Jumhur Hidayat, menekankan bahwa yang diperlukan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri adalah dengan program pembentukan "Center of Excellence".

Saat ini, katanya, BNP2TKI sedang melakukan inovasi berupa penawaran pembukaan "Center of Excellence" di Indonesia, di mana negara-negara pengguna tenaga kerja formal dapat melakukan investasi di center-center tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal bagi perusahaan mereka. 

Meningkatnya permintaan tenaga kerja profesional itu terkait dengan digalakkannya pembangunan infrastruktur dan jasa dalam rangka menuju visi Pembangunan Kuwait 2035.

Saat ini tenaga kerja formal Indonesia yang bekerja di Kuwait tercatat 2.000 orang.