Tampilkan postingan dengan label AS-ISRAEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS-ISRAEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

'AS-Israel adalah Dalang Terorisme Dunia'

'AS-Israel adalah Dalang Terorisme Dunia'
AS-Israel

Uckit-Sang-Pencerah,Seorang anggota parlemen Iran mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya terutama Israel adalah sponsor utama terorisme di dunia.

"Perilaku intimidasi AS dan Eropa terhadap negara-negara yang bertekad independen bukan rahasia umum bagi siapa pun di dunia," kata Mousa Ghazanfarabadi, sebagaimana dilansir Fars News.
Anggota parlemen Iran Komisi Yudisial itu mengemukakan bahwa sikap standar ganda Amerika Serikat dan negara Barat lainnya berkaitan dengan isu-isu global sudah diketahui oleh banyak orang.
"Mereka tidak peduli dengan pelanggaran hak asasi manusia, dan membunuh orang di mana pun demi mempertaruhkan kepentingannya," tegas Ghazanfarabadi.
"Ketika memperkenalkan Iran sebagai (negara) teroris bagi dunia, AS sebenarnya sedang melancarkan hiperpropaganda  untuk menutupi kejahatan yang dilakukannya di seluruh penjuru dunia, " tambahnya.
Ghazanfarabadi menekankan bahwa Pentagon menyelenggarakan program akademik cyberwar bagi pasukan militernya, yang sebenarnya merupakan bagian dari pelatihan terorisme  terhadap negara lain.
Pada bulan Juni lalu, Washington Post mempublikasikan laporan bahwa AS dan bersama Israel menciptakan virus komputer Flame untuk memata-matai Iran.
US National Security Agency, CIA dan militer Israel bekerja sama untuk menciptakan virus Flame, tulis koran Amerika itu sebulan lalu.
Dan Raviv dan Yossi Melman, baru-baru ini menulis buku berjudul "Spies Against Armageddon: Inside Israel's Secret Wars" yang membongkar keterlibatan langsung agen Israel dalam teror terhadap ilmuwan nuklir Iran. Raviv dalam wawancara dengan televisi CNN mengungkapkan adanya unit khusus di Mossad yang disiapkan untuk meneror ilmuwan nuklir Iran. Raviv mengatakan, hingga kini Israel tidak pernah memilih jalan sanksi maupun perang terbuka, apalagi dialog dengan Teheran. Namun Tel Aviv memilih melancarkan operasi rahasia dan aksi teror terhadap Iran.
Wartawan CBS itu menegaskan bahwa agen spionase Israel dan AS bekerja sama dalam melumpuhkan program nuklir sipil Iran. Selain aksi teror terhadap ilmuwan Iran, mereka menyebarkan virus Stuxnet dan mengumpulkan informasi intelejen berkaitan dengan perkembangan nuklir Iran dan ilmuwannya.
New York Times juga mengungkapkan bahwa Presiden Obama diam-diam memerintahkan serangan cyber yang melibatkan virus komputer Stuxnet terhadap Iran untuk menyabotase program energi nuklir negara itu.
"Barack Obama secara pribadi menurunkan instruksi serangan cyber ke struktur sains dan industri Republik Islam Iran guna menghentikan program nuklir Tehran. Serangan ini telah dimulai sejak mantan Presiden George W. Bush berkuasa, namun ketika Obama memimpin AS serangan ini kian gencar dan sejumlah sektor aktivitas nuklir Iran juga terkena dampaknya," tulis New York Times.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/07/26/m7qobc-asisrael-adalah-dalang-terorisme-dunia

Sabtu, 30 Juni 2012

AS-Israel Pun tak Berkutik dengan Mursi


AS-Israel Pun tak Berkutik dengan Mursi
Bendera AS Israel
(U-S-P), Kehadiran presiden baru Mesir, Mohammed Moursi, menghadirkan harapan pada masyarakat negeri ini untuk mempertimbangkan kembali kesepakatan damai dengan Israel, Camp David, semakin meningkat.
Hampir sebagian besar rakyat Mesir menentang perjanjian yang ditandatangani di Kairo dan Tel Aviv pada 1979 tersebut. Namun mereka tak bisa berkutik pada era Anwar Sadat dan Hosni Mubarak.
"Mursi pasti akan membantu perjuangan Palestina untuk mencapai kemerdekaan. Masyarakat Mesir dari dulu sebenarnya ingin membantu Palestina, namun mereka dipermainkan oleh presiden sebelumnya yakni Anwar Sadat dan Husni Mubarak," ujar pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Prof Zainuddin Djafar di Jakarta.
Selama ini, kata dia, kedua mantan presiden tersebut dilindungi oleh AS --yang merupakan sekutu dekat Israel-- atas praktik KKN yang dilakukan mereka.
Tak heran, kemenangan Mursi membuat khawatir para pejabat Israel karena akan mengakhiri perjanjian damai (Camp David) antara Mesir dan Israel, dan mengancam hubungan ekonomi kedua belah pihak.
Bahkan media Israel mengabarkan kemenangan Moursi sebagai suatu "perkembangan berbahaya" bagi Israel.
"Amerika Serikat dan Israel sebenarnya tidak terlalu senang dengan kemenangan kaum fundamentalis di Mesir. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, mau tidak mau mereka akan melakukan pendekatan positif."
Dia memperkirakan untuk tahap awal Mursi baru akan "bermain" di dalam negeri, yakni melakukan konsolidasi dengan menggandeng semua pihak termasuk musuh-musuhnya. Baru setelah itu, aktif dalam politik luar negeri.
Hal itu terasa mafhum, mengingat pilpres Mesir dilakukan di tengah iklim politik setempat yang menghangat akibat pembubaran parlemen yang kontroversial lewat Keputusan Mahkamah Konstitusi pada 14 Mei lalu, atau hanya dua hari menjelang Pilpres.
"Kemenangan Mursi ini cukup mengejutkan. Banyak pengamat yang tidak memperkirakan sebelumnya," kata Zainuddin.
Sumber : Antara