Senin, 09 Juli 2012

Indonesia Diperkirakan Bakal Seperti Kolombia

Indonesia Diperkirakan Bakal Seperti Kolombia
Petugas kepolisian menunjukkan tiga orang tersangka beserta barang


(Uckit-Sang-Pencerah) JAKARTA -- Pintu Indonesia menjadi negara narkoba semakin terbuka luas. Jumlah pecandu terus bertambah. Jumlah narkoba yang beredar terus bertambah. "Indonesia nantinya akan seperti Kolombia," jelas Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Henry Yosodiningrat, saat dihubungi, Senin (9/7).

Prediksinya itu didasari adanya keinginan sindikat untuk menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar terbesar peredaran gelap narkoba. Dari jumlah pecandu saja, yang saat ini mencapai 5 juta jiwa, pihaknya memrediksi tidak kurang dari 1 ton narkoba berbagai jenis lolos dan sampai ke tangan mereka. "Artinya, narkoba yang lolos ke Indonesia, masuk bebas, sampai ke konsumen dengan mudah," jelasnya.

Pihaknya menilai, Indonesia saat ini bukan hanya menjadi darurat narkoba saat ini. Lebih dari itu, Indonesia mengalami bencana narkoba. Saat ini, Henry menilai narkoba sudah seperti bencana tsunami. Narkoba mengguncang bumi Indonesia di setiap kecamatan. Narkoba menggerus setiap bangunan yang ada diatas daratan. "Semua lini dimasuki narkoba," paparnya.

Pihaknya menyatakan narkoba nantinya tidak sekedar merusak ekonomi dan membunuh bangsa. Lebih dari itu, sindikat, pengedar, bahkan kartel, sudah ada di Indonesia. Mereka nantinya mempengaruhi kepentingan politik Indonesia. Tidak menutup kemungkinan nantinya mereka akan menjadi faktor penentu dalam pemilihan presiden. "Kalau sudah sampai ke sana, maka hancurlan negara ini," imbuh Henry.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat angka narkoba yang lolos dari pantauan aparat bernilai triliunan rupiah. Ganja mencapai ratusan ton lolos. Ekstasi mencapai jutaan butir. Semuanya diprediksi mencapai tangan konsumen baik di dalam maupun luar negeri. Angka sebanyak itu berasal dari penghitungan jumlah perkara dan pecandu narkoba.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/07/09/m6vjbc-indonesia-diperkirakan-bakal-seperti-kolombia

Hamas dan Fatah Tunggu Undangan Mursi

Hamas dan Fatah Tunggu Undangan Mursi
Faksi gerakan Islam di Palestina: Hamas dan Fatah


(Uckit-Sang-Pencerah)  BETHLEHEM-- Hamas terus berusaha mengatur pertemuan pemimpin mereka dengan Presiden Mesir Muhammed Mursi untuk membahas permasalahan Palestina. Namun otoritas Mesir nampaknya akan mengkaji ulang prioritas mereka dan belum bersikap mengenai permasalahan Palestina.

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas juga belum menerima undangan untuk bertemu dengan pemerintah baru Mesir. "Otoritas Palestina belum menerima undangan resmi untuk pertemuan Abbas dan Mursi, itu karena situasi di Mesir belum stabil. Seiring waktu, kami yakin undangan itu akan datang," kata ajudan Abbas, Nimir Hammad.

Wartawan senior Mesir, Ashraf Abu al-Houl percaya pimpinan Mesir akan segera mungkin merangkul Abbas. Begitu juga dengan Hamas yang berbasis di Gaza. "Abbas mungkin akan diundang sebagai representasi negara, sedangkan Haniya atau Meshaal akan diundangn secara pribadi," ujarnya. 

Sementara itu beberapa laporan mengatakan Presiden Mesir, Muhammed Mursi mempertimbangkan untuk mengundang baik Abbas maupun Haniya secara bersamaan. Namun langkah ini mungkin menemui kendala karena beberapa pertemuan antara dua faksi belum menemui hasil.

"Hamas tidak menyadari bahwa dengan mempertahankan pemerintahan mereka di Gaza justru akan menghambat proses rekonsiliasi," kritik Hammad. Sementara proses reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Mahmoud Abbas juga mendapatkan kritik oleh Hamas sebagai 'mempertahankan status quo'.

Sumber: Ma'an News

SBY: Indonesia Bersiap Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia

SBY: Indonesia Bersiap Masuk 10 Besar Ekonomi Dunia
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


(Uckit-Sang-Pencerah) JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, Indonesia menyiapkan diri untuk bisa menjadi bagian dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia. Khususnya dalam hal produk domestik bruto dan daya beli masyarakat.

"IMF telah meramalkan hal itu, perekonomian Indonesia akan semakin besar tahun ini dan tahun-tahun mendatang," kata Presiden SBY saat membuka Forum Bisnis ASEAN - Amerika Latin di Jakarta, Senin (9/7).

Menurut Presiden SBY, perekonomian Indonesia mewakili 40 persen perekonomian ASEAN. Sedangkan pada tingkat global, Indonesia saat ini masuk dalam 15 ekonomi terbesar dalam hal produk domestik bruto dan daya beli masyarakat.

Fundamental ekonomi Indonesia juga sangat kuat. Hal itu terbukti saat Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan sebesar 4,5 persen ketika terjadi krisis pada 2008.

Karenanya, hal tersebut membuat sejumlah lembaga pemeringkat internasional meningkatkan status Indonesia pada level Investment Grade.  Presiden SBY mengundang pelaku bisnis dari berbagai negara, termasuk Amerika Latin, untuk menanamkan modal di Indonesia. 

"Peluang investasi dalam bidang infrastruktur dan pengembangan industri juga semakin meningkat melalui implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesian," katanya mengakhiri.

Sumber : Antaranews.com

Minggu, 08 Juli 2012

Hatta: Dengan Jerman, Indonesia Tekankan 5 Plus 3

KOMPAS/LASTI KURNIAHatta Radjasa

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, mengatakan, Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan Jerman dalam sejumlah sektor. Salah satunya adalah sektor transportasi.
"Kita menyiapkan bahan-bahan untuk pertemuan bilateral Bapak Presiden dengan Jerman. Masukan-masukan dari para menteri terkait terutama hubungan kita akan ditekankan untuk 5 plus 3 sektor," sebut Hatta, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2012).
Ia menyebutkan lima plus tiga sektor itu adalah sektor perdagangan dan investasi; sektor kesehatan; sektor riset dan teknologi; sektor pendidikan; dan sektor pertahanan. "Kemudian plus 3 itu adalah food security, energy security, dan transportasi. Semua kerjasama ini akan ditekankan betul," sambung dia.
Selain itu, kata Hatta, ada juga kerja sama yang sifatnya swap. Indonesia akan mengirimkan, misalnya, 3.000 dosen ke Jerman. Dikatakannya, hal ini akan dikaitkan dengan debt swap.
Dalam hal perdagangan, ia menyebutkan, Indonesia menargetkan nilai perdagangan bilateral menjadi 12 miliar dollar AS pada tahun 2015. "Untuk investasi, kita mendorong yang selama ini baru rangking ke-14 ingin dinaikkan. Investasi kita tingkatkan," tuturnya.
"Kunjungan Jerman ini memiliki makna yang sangat tinggi karena beliau (Kanselir Jerman Angela Merkel) khusus datang ke Indonesia. Kita jangan kehilangan," pungkas Hatta.
Kanselir Jerman Angela Merkel akan datang melakukan lawatan ke Indonesia terhitung tanggal 9 sampai 10 Juli. Kedatangannya dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan Indonesia-Jerman.

Chrysler Indonesia tunggu kebijakan soal mobil hybrid



 
Jeep, salah satu merek yang dimiliki Chrysler (ANTARA)
Jakarta, (ANTARA News) – Chrysler Indonesia menunggu kebijakan pemerintah Indonesia mengenai insentif pajak mobil hybrid.

“Semua produksi mobil mengarah pada efisiensi dan kelestarian lingkungan. Kami sudah kembangkan teknologi itu,” kata Chief Operating Officer Chrysler Indonesia, Muhammad Al Abdulah kepada ANTARAnews.com, di sela-sela pembukaan lifestyle showroom Chrysler Indonesia di Plaza EX Jakarta, akhir pekan ini.

Dia mengemukakan Chysler yang berpusat di Amerika Serikat juga memperhatikan pergerakan pasar terkait mobil hybrid termasuk di negara asalnya.

“Kalau di Amerika Serikat sudah ada penjualan, baru kami lakukan juga,” katanya.

Muhammad menjelaskan Chrysler sebagai produsen mobil merek Chrysler, Jeep, Dodge sudah sejak beberapa tahun lalu menyiapkan mobil dengan konsep electric vehicle namun masih dalam model konsep dan belum diproduksi massal.

Chief Marketing Officer Chrysler Indonesia, A Rieva Muchsin mengatakan apabila mobil hybrid itu bagian dari permintaan pasar di Indonesia ke depannya, maka Chrysler akan memberikan apa yang dibutuhkan konsumen itu.

“Kalau kecenderungan masyarakat Indonesia sudah ke mobil hybrid, ya kenapa tidak,” katanya.

Rieva mengatakan, Chrysler Indonesia sebagai distributor mobil keluaran negeri "Paman Sam" itu hanya memberikan informasi mengenai pasar di Indonesia.

"Mengenai kebijakannya,diserahkan kepada pabrikan Chrysler di Amerika Serikat," kata Rieva.

Sumber : http://otomotif.antaranews.com/news/1341729992/chrysler-indonesia-tunggu-kebijakan-soal-mobil-hybrid

Sabtu, 07 Juli 2012

Presiden Republik Ceko Kunjungi Yogyakarta

Presiden Ceko Vaclav Klaus saat di Malaysia
Presiden Ceko Vaclav Klaus saat di Malaysia (Reuters/ Samsul Said)


VIVAnews - Presiden Republik Ceko, Vaclav Klaus, dan istri, Klausova, akan mengunjungi sejumlah objek wisata di sekitar Yogyakarta seperti Candi Prambanan, Borobudur dan Keraton Yogyakarta. Presiden Republik Ceko juga akan bertemu secara khusus dengan Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kedatangan Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus dan Ibu Klausova ke Yogyakarta, Minggu 8 Juli 2012, juga akan membuka
kantor perwakilannya di Yogyakarta yaitu di Lantai satu Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta,” kata L. Sudarsana, General  Manager Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu 7 Juli 2012.

Pembukaan kantor perwakilan negara Ceko di Yogyakarta ini juga diharapkan mempererat hubungan dari sisi bisnis dan kebudayaan karena ibu kota Ceko yaitu Praha punya kemiripan dengan Yogyakarta. “Kemiripan ini akan mempercepat hubungan baik dalam bisnis atau kebudayaan,” katanya.

Republik Ceko sendiri  telah membantu Daerah Istimewa Yogyakarta  dalam 'visibility studies' pembangunan bandar udara baru dan infrastruktur transportasi. Juga akan dijajaki peluang bisnis yang sesuai dengan keinginan investor dan sesuai dengan kemajuan ekonomi Yogyakarta.

“Bersama dengan Presiden Ceko, banyak rombongan para pebisnis dari Ceko yang siap melakukan kerjasama dengan pebisnis di Yogyakarta maupun secara umum di Indonesia,” katanya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Dominikus Supratikno mengatakan pebisnis dari Yogyakarta dan juga Pemprov DIY saat ini sedang melakukan pendataan potensi bisnis yang dapat ditawarkan kepada pengusaha dari Ceko. “Dalam pertemuan antara pengusaha Yogyakarta dengan pengusaha dari Ceko akan ditawarkan berbagai potensi bisnis yang bisa dijalin," katanya.

Sumber :  http://nasional.news.viva.co.id/news/read/333655-presiden-republik-ceko-kunjungi-yogyakarta

Bhineka Tunggal Ika Pukau Presiden Jerman

Peringatan Hari Pancasila
Peringatan Hari Pancasila (ANTARA/Nyoman Budhiana)


VIVAnews - Presiden Jerman Christian Wulff terkesan dengan semboyan "Bhineka Tunggal Ika" sebagai tuah jalinan persatuan dalam keragaman warga negara Indonesia. Wulff mengaku salut, perbedaan suku dan agama bisa dipersatukan dalam wadah negara dengan sama-sama menjunjung tinggi motto itu.

"Kami terharu dengan moto Bhineka Tunggal Ika," kata Wulff saat memberi keterangan pers usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Desember 2011.

Wulff mengapresiasi keberhasilan Indonesia menerapkan hidup berdemokrasi di tengah keragaman suku dan agama. Menurut dia, dengan perbedaan suku dan agama, rakyat Indonesia dapat hidup berdampingan secara harmonis.

"Hidup bersama dalam kebebasan, dan kebebasan memilih agama bisa menjadi teladan dalam demokrasi negara-negara mayoritas Islam seperti Afrika dan Arab," kata dia.

Wulff menilai, Indonesia bisa menjadi rujukan negara-negara berpenduduk mayoritas Islam seperti di Afrika dan Arab dalam menerapkan demokrasi. Bahkan, Wulff merekomendasikan negara-negara itu untuk menjadikan Indonesia sebagai contoh.

"Mereka harus lihat pertumbuhan ekonomi dan demokrasi bisa cocok. Dan iklim yang toleran dan keamanan hukum bisa dinikmati," ujar Wulff.

Wullf juga menyampaikan kesan khusus dan apresiasi atas keberhasilan Indonesia bangkit kembali pasca-dilanda krisis ekonomi. "Saya sangat terkesan tentang kebangkitan kembali di kawasan Asia. Dan kami dari Jerman sangat berminat untuk menjalin hubungan kedua negara kita," kata dia.

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/268793-jerman-takjub-semboyan-bhineka-tunggal-ika

Rabu, 04 Juli 2012

Dijadikan bahasa Indonesia, bahasa Melayu alami degradasi



Jakarta (ANTARA News) - Pakar Bahasa Melayu Yusmar Yusuf mengatakan, bahasa Melayu yang menjadi akar dari bahasa Indonesia semakin mengalami degradasi karena banyak kata sudah berubah dari makna awalnya.

"Sebagai bahasa yang dituturkan oleh banyak manusia, mau tak mau, dia akan mengalami `pengeroyokan` oleh penutur bahasa kedua dalam jumlah yang ramai," kata Guru Besar Kajian Masyarakat Melayu Universitas Riau itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Fakta ini sebagaimana Bahasa Inggris yang ditutur oleh orang di Hongkong, Malaysia dan lain-lain, yang mengalami degradasi makna dan struktur. 

Yusmar Yusuf memberi contoh, kata "alih-alih", dalam bahasa Melayu berarti "tak disangka-sangka", hari ini sudah berubah makna dalam Bahasa Indonesia, dan bahkan orang Melayu sendiri jadi tak mengerti apa arti kata "alih-alih" itu. 

"Demikian pula, orang Melayu menjadi bingung, ketika kata `seronok` dikeroyok menjadi wakil dari erotisme dan sensualitas. Padahal artinya, amat positif, yakni menyenangkan, enak, sedap dan lezat," kata Budayawan Riau itu.

Bahasa Melayu diakuinya, justru amat berkembang ketika dituturkan oleh 250 juta manusia Indonesia karena bahasa ini menjadi bahasa yang progresif. Namun dampaknya Bahasa Melayu menjadi kehilangan "rasa" dan makin menuju pada kedangkalan bahasa, terutama dalam "knowldege content".

Bahasa Melayu sebagaimana Bahasa Inggris, Jawa dan bahasa lainnya, awalnya adalah bahasa ekspresif, namun, setelah diadopsi sebagai Bahasa Indonesia, dia berubah hanya sebagai bahasa deskriptif yang berfungsi untuk menjelaskan, ujar Yusmar.

"Dia menjadi kering. Mereka yang merasa kekeringan itu adalah penutur Bahasa Melayu yang asli, yang memakai Bahasa Melayu sebagai bahasa ibu seperti di Riau, pantai timur Sumatera atau pantai barat Kalimantan. 

Menurut dia, semestinya ada sistem "rujuk" yang diterapkan dalam Bahasa Indonesia, yakni ketika ada upaya penambahan "lema" atau "entry" kata, sejalan dengan perkembangan dunia, hendaklah dirujuk dulu ke Bahasa Melayu.

"Jika tidak ada, baru diambil dari bahasa lokal nusantara lainnya, setelah itu diambil dari Bahasa Arab. Jika tidak ada dalam semua bahasa tadi, baru dia diadopsi dari bahasa lain seperti Inggris. Hendaklah Indonesia bersetia memelihara keaslian arti dan makna," tuturnya.

Bahasa internasional 

Soal gagasan membawa Bahasa Melayu menjadi bahasa internasional, menurut Yusmar Yusuf , sah-sah saja, namun bahasa ini bisa menjadi lebih rusak karena akan dikeroyok lagi dalam skala yang lebih besar. 

"Sekarang kita bertanya, sudah siapkan kita dengan instrumen penakluk untuk mendakwahkan Bahasa Melayu sebagai bahasa dunia? Tiadanya lembaga kebudayaan seperti Goethe Institut, Erasmus Huis, Centre Culturel France, dalam versi Melayu, akan menggamangkan Bahasa Melayu untuk disandingkan dengan bahasa-bahasa dunia yang tinggi dan kuat itu," katanya.

Kamus Bahasa Melayu atau Indonesia baru memuat 98.000 kata [lema], ujarnya, bandingkan dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jerman yang dalam kamus mereka, tersedia lebih dari satu juta lema.

Ia lebih percaya pada bagaimana memperkuat Bahasa Melayu ke dalam lingkungan ASEAN ketimbang bahasa PBB. Apalagi Bahasa Melayu telah digunakan juga di Malaysia, Singapura, Brunei, bahkan Thailand Selatan.

Yusmar menjadi salah satu pembicara pada Seminar "Dari Rio untuk Riau: Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Hijau, Sosial dan Budaya" yang digelar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), di Pekanbaru, akhir pekan lalu dengan topik "Revitalisasi Bahasa Melayu sebagai Bahasa Internasional".

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/319656/dijadikan-bahasa-indonesia-bahasa-melayu-alami-degradasi

20 negara ikut serta Konferensi Pembebasan Palestina

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi (FOTO ANTARA)
 Kami membutuhkan dukungan dari anda semuanya, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina


Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 20 negara akan ikut serta dalam Konferensi Pembebasan Palestina yang akan digelar di Bandung pada 4-5 Juli.

"Para peserta yang berasal dari 20 negara akan ikut serta. Kemudian pembicara konferensi ini, berasal dari Inggris, Yordania, Palestina, Malaysia, Yaman dan Indonesia," ujar penggagas konferensi, Yakhsyallah Mansur, di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan konferensi tersebut, merupakan bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, karena Palestina adalah satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika yang belum merdeka.

"Dipilihnya Bandung juga karena dulu merupakan tempat berlangsungnya KAA," katanya.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya melalui satu jalan seperti berperang, namun bisa melalui berbagai cara seperti kerja sama pendidikan.

"Kita telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Ada dua tenaga pengajar Palestina yang mengajar di tempat kami dan ada juga mahasiswa Indonesia yang belajar di Palestina," tambah dia.

Ke depannya, lanjut dia, hasil dari konferensi tersebut akan dikirim ke PBB, karena pada Oktober akan berlangsung Sidang Umum PBB.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi mengatakan apa yang terjadi di Palestina adalah pendudukan oleh Israel.

"Sesungguhnya, kami sudah merdeka karena sudah mempunyai pemerintahan sendiri, parlemen, universitas ataupun rakyat. Tapi Israel menolak untuk mengakuinya. Kami sangat yakin, kemerdekaan itu semakin dekat dan dalam waktu dekat kami akan merayakan kemerdekaan Palestina," jelas Dubes Mehdawi.

Mehdawi mengatakan sudah 135 negara yang mendukung kemerdekaan Palestina dan Palestina akan terus melanjutkan perjuangan mereka untuk kemerdekaan negara tersebut.

"Kami membutuhkan dukungan dari anda semuanya, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina," seru Mehdawi.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/314466/20-negara-ikut-serta-konferensi-pembebasan-palestina

"Indonesia telah berbuat banyak demi kemerdekaan Palestina"

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi (FOTO ANTARA)
 Di Parlemen Indonesia memang terjadi perpecahan partai politik, namun ketika berbicara mengenai Palestina mereka akan bersatu. Begitu terdapat ribuan organisasi yang memperjuangkan Palestina di Indonesia.


Bandung (ANTARA News) - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, mengatakan Indonesia telah berbuat banyak demi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Mehdawi mengenang ketika pertama kali tiba di Indonesia pada 2006, dia bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ketika itu, Presiden SBY bertanya kepada saya apa yang bisa Indonesia lakukan untuk kemerdekaan Palestina? Saya mengatakan tentang konferensi Bandung. Pada tahun berikutnya, Indonesia menjadi tuan rumah KTT Asia Afrika dan seluruh negara yang hadir berjanji untuk mendukung kemerdekaan Palestina."

Indonesia juga, lanjut dia, telah memberikan pelatihan kepada 450 pemuda asal Palestina.

"Di Parlemen Indonesia memang terjadi perpecahan partai politik, namun ketika berbicara mengenai Palestina mereka akan bersatu. Begitu terdapat ribuan organisasi yang memperjuangkan Palestina di Indonesia," jelas Dubes Mehdawi.

Mehdawi menjelaskan sejak 1965, rakyat Palestina telah banyak berkorban dan juga telah menyuarakan di forum-forum internasional.

"Rakyat Palestina merupakan rakyat yang tegar yang berada di wilayah yang terbekahi. Kami berharap, dukungan yang diberikan tidak hanya fokus pada perjuangan tetapi juga pada sektor ekonomi," kata Mehdawi.

Rakyat Palestina saat ini, kata Mehdawi, mengalami dilema karena banyak yang tidak mempunyai pekerjaan dan embargo. Sedangkan ada pengusaha Israel yang menggelontorkan uang sebesar 73 juta dolar AS untuk membeli tanah rakyat Palestina.

"Untuk itu perlu dukungan, misalnya dari sektor pariwisata. Sehingga roda perekonomian di Palestina bisa bergerak," imbuh Mehdawi.

Konferensi Pembebasan Palestina dilangsungkan di Bandung pada 4--5 Juli. Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Palestina, Filipina, Malaysia, Sudan, Indonesia dan lainnya.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/319702/indonesia-telah-berbuat-banyak-demi-kemerdekaan-palestina