Sabtu, 30 Juni 2012

GUNUNG SANGGA BUANA YANG PENUS MISTIS MENGUNDANG KEINGINANTAHUAN PENDAKI

.


Aku-Sang-Pencerah - Karawang : Menurut narasumber, jika kita berjalan ke Curug Cigentis, maka di Kampung terakhir menuju kesini ada dua jalan. Yang ke kiri jalan menuju Curug Cigentis, sedangkan jika ke kanan, maka kita akan menemukan jalan menuju SanggaBuana bahkan ke Cianjur. Akhir dari obrolan itu, saya dan Endang berkomitmen untuk melakukan perjalanan ke sana di waktu mendatang.
Dan Alhamdulillah, akhirnya saat yang dinanti tiba juga. Setelah persiapan dengan berbagai bekal kami berangkat juga. Berbunga-bunga rasanya karena bakal jalan-jalan dan menemukan pengalaman baru.
Singkat cerita kami tiba di Desa Loji, sesuai petunjuk si Bapak penjaga itu, di dusun terakhir yang kami temui kami mengambil jalur kanan. Ternyata jalur ini adalah jalur sawah, pantesan kami kemaren tidak melihat jalur ini.




Setelah sawah habis, kita akan menemukan bebukitan. Setelah bebukitan dilewati baru kita menemukan pegunungan. Rute ini memaksa kami sering melakukan banyak istirahat karena kami yang jarang olehraga ini sering kecapean. Maklumlah…biasa olahraga tangan di kamar mandi sih…hahaha… ssst jangan bilang-bilang sapa-sapa.
Ada kejadian unik ketika kami selepas mendaki bukit pesawahan. Saat itu kami yang kecapean, duduk-duduk sambil beristirahat dan tidak lupa photo-photo sambil makan bekal. Tiba-tiba datang rombongan yang terdiri dari seorang kakek tua, seorang wanita berusia enam belas tahunan dan seorang lagi saya lupa cewek cowoknya dan tua atau mudanya.
Waktu itu kami sedang photo-photo, tiba-tiba si kakek menghampiri dan minta photo bareng. Kita melongo dan mata kami saling pandang sambil mengulum senyum. Aih ada-ada saja nih si Kakek, ternyata dia pengen numpang eksis doang hahaha. Karena setelah photo bareng, dia dan gerombolannya langsung ngeloyor pergi..
Kakek .. kakek… eh kakek aku lupa loh ngga nanyain nama cucu kakek…hihi
Setelah si kakek dan gerombolannya menghilang, kami mendapatkan bahan omongan baru. Yaitu tentang keluguan dari si kakek yang minta photo bareng dan tentang kecepatan serta kekuatan mereka dalam melakukan perjalanan. Bayangkan, untuk mendaki kurang lebih 100 meter kami begitu kesulitan dan memerlukan waktu yang lama, tapi bagi mereka hanya dalam hitungan sekejap saja. Dan tahu-tahu sudah tidak terlihat oleh mata. Luar biasa….




Dan tau ngga, ternyata setelah kami mencapai puncak Gunung SanggaBuana, mereka ini tidak ada. Padahal jelas-jelas kami melihat mereka berjalan ke arah kaki Gunung Sanggabuana.
Setelah dirasa cukup beristirahat akhirnya kami melanjutkan perjalanan. Tiba di kaki gunung, mulai terasa seram. Di kaki gunung kami menemukan kuburan tua. Entah kuburan siapa. Saat itu kami tidak berpikiran apa-apa, yang ada adalah rasa heran, kok ada kuburan di sini dan sudah tua sekali kuburannya.
Ternyata perjalanan kami tambah berat ketika kami mulai mendaki gunung tersebut. Kami hanya bisa mengangkat kaki untuk sepuluh langkah, sisanya kami berhenti. Jalan setapaknya rapih, terdiri dari undakan bebatuan. Saya gak habis pikir, kok bisa naek ke atas gunung tapi ada undakan yang begitu rapih sedangkan hutannya masih begituh angker. Sampai sekarang, pikiran tersebut belum bisa saya temukan jawabannya.
Belum habis pertanyaan tersebut, ada pertanyaan baru lagi. Pertanyaan baru ini timbul setelah melihat rombongan orang datang menyusul kami. Salah satu dari mereka ada yang memanggul barang bawaan. Yang memanggul barang bawaan ini adalah orang upahan, porter bahasa kerennya. Oalaaaah Pak, ini sayah begituh terengah-engah dan capeknya setengah mati untuk mendaki gunung ini, lah ini Bapak enak-enakan memanggul barang, apa sih rahasianya. Dan saya tidak dapat menemukan jawabannya sampai sekarang, karena saya ngga bertanya sama dia hehe dudul.
Siksaan dating ketika hujan turun. Dimana dalam kondisi tanah kering kami kepayahan menaklukan medan, ini ditambah dengan hujan, luar biasa derita yang kami alami saat itu. Hehe lebay mode on.
Setelah delapan jam kami berjuang dengan memaksa kaki dan menguras tenaga akhirnya kami sampai juga di atas gunung. Segala penat letih dan sengsara seakan hilang begitu kami menginjak daratan puncak. Haha… daratan… kesannya abis dari laut. Namun begitulah bayangannya, ibarat lama terombang-ambing dilautan eh nemuin daratan. Gimana gak seneng coba.
Cuman kami terkejut, karena ternyata di atas puncak gunung banyak orang. Wuiiih… kami terbengong-bengong.. kok bisa?… Malah ada yang jualan kopi!! Ah peduli setan coy, liat kopi yang masih mengepul mulut ini langsung goyah, hidung langsung limbung. Dideketin lah tuh tukang kopi. Bang atu….seru saya.
Kopi yang saya pegang itu masih panas, namun karena habis kedinginan langsung saya seruput saja tuh kopi. Ajaib!! Kopinya tidak terasa panas menyengat, tapi panas biasa, yaitu panas yang bisa kita minum… ada-ada aja. Apa karena ilmu saya sudah tinggi sehingga air kopi panas ini tidak begitu panas di mulut. Hehe
Ternyata setelah kejadian itu baru saya tahu teorinya. Teorinya adalah titik didih air di dataran rendah dan dataran tinggi itu berbeda. Di puncak gunung, tekanannya lebih rendah dari normal (1 atm). Jadi, titik didih air pun jadi lebih rendah. Contohnya, pada ketinggian 10.000 kaki, titik didih menjadi 90 C. Itulah kenapa air lebih cepat mendidih di puncak gunung daripada di dataran rendah.


Setelah minum kopi, saya melihat-lihat sekeliling. Terkaget-kaget saya mendapati kenyataan di sekeliling puncak gunung ini. Saya tidak bisa menerima kenyataan ini. Sungguh… hehe. Ya gimana ga bisa menerima kenyataan, melihat banyak kuburan di atas gunung!!!
Coba pake logika, di atas gunung tidak ada perkampungan tapi kenapa ada banyak kuburan. Gimana caranya?? Jika ini kuburan adalah kuburan penduduk di sekeliling gunung, bagaimana membawa kerandanya dan apakah memang mau bagi pembawa mayit melintasi terjalnya jalan untuk membawa keranda ke atas puncak gunung yang begitu tinggi.


Hebatnya lagi kuburan ini adalah bukan kuburan orang lokal setelah saya teliti. Orang-orang yang dikubur disini adalah orang Cirebon. Ini menurut perkiraan saya Karena melihat samara-samar kata-kata cirebon di batu nisan salah satu kuburan. Tambah luar biasa lagi…
Menurut desas-desus dari orang-orang yang saya tanyakan mengenai kenyataan yang ajaib ini ada satu cerita yang turun temurun. Katanya dulu, banyak orang berterbangan membawa keranda ke arah Gunung Sangga Buana. Benar tidak cerita ini Wallahualam, tapi kalau melihat kenyataan, ingin rasanya saya percaya.
Banyaknya orang yang ada di atas puncak gunung ini tak lain karena mereka sedang ziarah karena kebetulan waktu itu adalah bulan mulud. Dimana bulan mulud adalah bulannya para peziarah. Pantesan…


Namun sangat disayangkan, banyak peziarah yang musyrik. Mereka meminta-minta ke kuburan. Disituh ada beberapa kuburan yang diberi saung, satu yang saya perhatikan adalah kuburan Eyang Haji Ganda Malela. Nah kemusyrikan mereka macem-macem. Ada yang minta kaya, ada yang minta suara bagus dan lain sebagainya. Ada yang meyakini, jika ingin kaya, maka kita harus meminta kekuburan yang ini. Jika ingin yang lain minta ke kuburan yang itu. Astaghfirullah. Manusia… manusia.
Kemusyrikan ini didukung oleh berdirinya mushalla yang katanya dibangun oleh seseorang yang sudah berhasil karena mengunjungi gunung tersebut. Gak tahu gimana ceritanya… tapi itulah desas desus yang saya dengar.
Gunung Sangga Buana ini gunung yang indah, begitu kokoh mengapit tiga kota. Ke timur adalah kota Purwakarta, Ke selatan adalah kota Cianjur dan ke barat adalah kota Karawang. Jatiluhur bisa dilihat dari sini secara jelas, dimana menambah keindahan gunung ini.


Keunikan saya temui dari gunung ini adalah Elang Jawa. Kita dapat melihat secara dekat Elang Jawa bersarang di atas pepohonan di atas Gunung Sangga Buana ini. Dan seumur hidup baru sekali saya melihat elang yang begitu besar dan di habitat alaminya.
Gunung Sangga Buana. Gunung yang angker, alami dan penuh mistis.

Referensi : KLIK DISINI

Muhammad Mursi Dilantik Jadi Presiden Mesir



Muhammad Mursi Dilantik Jadi Presiden Mesir
Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi menyampaikan pidato politiknya di depan puluhan ribu pendukungnya yang berkumpul di Tahrir Square, Kairo. (Reuters)
REPUBLIKA.CO.ID,  KAIRO -- Muhammad Mursi dilantik sebagai Presiden Mesir di lapangan Tahrir Square, Kairo, Mesir, Sabtu (30/6). Mursi terpilih sebagai Presiden Mesir pertama yang berasal dari sipil. Dalam pengambilan sumpahnya, Mursi memuji warga Muslim dan Kristen yang mampu bersatu dan memadati tempat bersejarah tersebut.

Tahrir Square adalah salah satu tempat bersejarah bagi warga Mesir saat menggulingkan Husni Mubarak dari kursi presiden pada tahun lalu. Dalam pidatonya di depan Mahkamah Konstitusi, ia bersumpah untuk menjunjung tinggi konstitusi.

"Saya akan menjaga kepentingan rakyat dan melindungi kemerdekaan dan keamanan bangsa," katanya seperti yang dikutip Al Jazeera, Sabtu (30/6).

Presiden dari partai Ikhwanul Muslimin itu berjanji untuk mengakhiri penyiksaan dan diskriminasi. Tak hanya itu, Mursi juga berjanji membebaskan warga sipil yang ditangkap tentara sejak revolusi. Lebih dari 12 ribu  orang telah diadili oleh pengadilan militer sejak Februari 2011 lalu.

Mursi Bertekad Bebaskan Ulama Mesir di AS

Mursi Bertekad Bebaskan Ulama Mesir di AS
Muhammad Mursi terpilih sebagai presiden Mesir yang baru.

(U-S-P), Kairo --- Di tengah pagar betis pengamanan super ketat pasukan pengawal presiden, Dr Mohamed Mursi, presiden terpilih Mesir, berikrar akan membebaskan Syaikh Omar Abdel Rahman, ulama Mesir yang divonis penjara seumur hidup di Amerika Serikat.
"Semua tahanan politik di masa rezim lama akan saya bebaskan termasuk Syeikh Omar Abdel Rahman," kata Mursi dalam orasi di depan demo sejuta umat di Bundaran Tahrir, pusat kota Kairo, Jumat petang.
Abdel Rahman, ulama berusia 74 tahun itu sedang menjalani hukuman penjara di AS sejak 1996.
"Mulai besok (Sabtu, 30/6), saya akan mulai bekerja untuk membebaskan Syaikh Omar Abdel Rahman yang dipenjara akibat kezaliman rezim lama," tutur Mursi, yang akan dilantik sebagai presiden di Mahkamah Konstitusi pada Sabtu (30/6) ini.
Syeikh Abdel Rahman ditahan di AS sejak 24 Juni 1993 dan pengadilan setempat memvonis penjara seumur hidup pada 1996 atas tuduhan teroris dan serangan bom terhadap 'World Trade Center', Februari 1993.
Sebelumnya, Syeikh Omar Abdel Rahman juga dipenjara selama tiga tahun di Mesir atas tuduhan mengeluarkan fatwa yang berdampak pada pembunuhan Presiden Anwar Saddat pada Oktober 1981.
Sementara itu, dalam pidatonya, Mursi juga berjanji akan melaksanakan tugas sebagai Kepala Negara dengan sebenar-benarnya dan memenuhi semua tuntutan revolusi termasuk menyeret para mantan pejabat di era rezim pimpinan Presiden Husni Mubarak. Rezim lama itu sendiri digulingkan dalam revolusi pada awal tahun lalu.
Mantan Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, itu berikrar akan menjalin hubungan yang lebih erat dengan semua negara sahabat dan menghormati perjanjian-perjanjian internasional dengan Mesir.
Mursi menegaskan pula, lembaga militer harus patuh kepada presiden sebagai Panglima Tertinggi.
Di sisi lain, ia juga mengisyaratkan akan membatalkan keputusan pembubaran Parlemen oleh Majelis Tertinggi Angkatan Bersenjata (scaf) yang berkuasa.
"Presiden memiliki hak prerogatif sesuai konstitusi untuk membuat keputusan-keputusan politik dan semua lembaga pemerintah harus mematuhinya," tandasnya.
Scaf membubarkan Parlemen menjelang tahap akhir pemilihan presiden berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi. Hasil itu menyebutkan, pembentukan Parlemen tersebut berdasarkan hukum politik yang beberapa pasalnya bertentangan dengan konstitusi.
Parlemen ini merupakan hasil pemilihan legislatif pada akhir tahun lalu dan dimenangkan Ikhwanul Muslimin tersebut. Pemilu itu dipuji internasional sebagai pemilu paling demokratis dalam sejarah Mesir modern.
Ikhwanul Muslimin dan kelompok pro revolusi menolak keras keputusan pembubaran Parlemen tersebut.
Sumber : Antara

Ini Kisah pemain Newcastle Temukan Islam


Ini Kisah pemain Newcastle Temukan Islam
Hatem Ben Arfa
REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE - Hatem Ben Arfa memiliki catatan kelam dalam kisah hidupnya ketika melakukan pencarian terhadap Islam. Gelandang serang Newcastle United itu mengungkapkan, ia hampir bergabung dengan kelompok agama yang radikal.
Yang dimaksudnya dengan radikal adalah menjadi pengikut gerakan sufi di Kota Lyon ketika masih memperkuat klub tersebut. Ia merintis karier sejak bergabung dengan Lyon junior pada 2002 sampai 2008, sebelum pindah ke Marseille sampai hijrah ke Liga Primer Inggris dua tahun lalu. 
Ketika dalam kebimbangan, Ben Arfa sempat bergabung dengan kelompok itu dan mendapat indoktrinasi sampai "hampir terputus dari seluruh dunia." Ben Arfa remaja melakukan itu lantaran merasa tidak dicintai ayahnya sampai harus melakukan pengungsi demi mendapatkan kasih sayang dari pihak lain.
Bintang Les Bleus keturunan Tunisia, kelahiran Paris itu mengatakan kepada surat kabar Prancis L'Equipe: "Ayah tidak pernah mencintai saya dan saya dianggap sebagai anak bermasalah."
Karena itu, pencarian Islam mengantarkannya ke kelompok Islam ekstrem. Ia dipaksa untuk mencium kaki salah seorang sheikh, pimpinan para sufi. 
Namun karena egonya memberontak, ia tidak membiarkan kondisi itu terus membelenggunya. "Saya memang rentan waktu itu, tapi saya memiliki idealisme terhadap agama," kata Ben Arfa. "Saya memilih menjadi pengikut Islam moderat saja." 

AS-Israel Pun tak Berkutik dengan Mursi


AS-Israel Pun tak Berkutik dengan Mursi
Bendera AS Israel
(U-S-P), Kehadiran presiden baru Mesir, Mohammed Moursi, menghadirkan harapan pada masyarakat negeri ini untuk mempertimbangkan kembali kesepakatan damai dengan Israel, Camp David, semakin meningkat.
Hampir sebagian besar rakyat Mesir menentang perjanjian yang ditandatangani di Kairo dan Tel Aviv pada 1979 tersebut. Namun mereka tak bisa berkutik pada era Anwar Sadat dan Hosni Mubarak.
"Mursi pasti akan membantu perjuangan Palestina untuk mencapai kemerdekaan. Masyarakat Mesir dari dulu sebenarnya ingin membantu Palestina, namun mereka dipermainkan oleh presiden sebelumnya yakni Anwar Sadat dan Husni Mubarak," ujar pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Prof Zainuddin Djafar di Jakarta.
Selama ini, kata dia, kedua mantan presiden tersebut dilindungi oleh AS --yang merupakan sekutu dekat Israel-- atas praktik KKN yang dilakukan mereka.
Tak heran, kemenangan Mursi membuat khawatir para pejabat Israel karena akan mengakhiri perjanjian damai (Camp David) antara Mesir dan Israel, dan mengancam hubungan ekonomi kedua belah pihak.
Bahkan media Israel mengabarkan kemenangan Moursi sebagai suatu "perkembangan berbahaya" bagi Israel.
"Amerika Serikat dan Israel sebenarnya tidak terlalu senang dengan kemenangan kaum fundamentalis di Mesir. Tapi mereka tidak bisa berbuat banyak, mau tidak mau mereka akan melakukan pendekatan positif."
Dia memperkirakan untuk tahap awal Mursi baru akan "bermain" di dalam negeri, yakni melakukan konsolidasi dengan menggandeng semua pihak termasuk musuh-musuhnya. Baru setelah itu, aktif dalam politik luar negeri.
Hal itu terasa mafhum, mengingat pilpres Mesir dilakukan di tengah iklim politik setempat yang menghangat akibat pembubaran parlemen yang kontroversial lewat Keputusan Mahkamah Konstitusi pada 14 Mei lalu, atau hanya dua hari menjelang Pilpres.
"Kemenangan Mursi ini cukup mengejutkan. Banyak pengamat yang tidak memperkirakan sebelumnya," kata Zainuddin.
Sumber : Antara

Mursi, Sang Pencerah untuk Rakyat Palestina

Mursi, Sang Pencerah untuk Rakyat Palestina
Mohammed Mursi, presiden baru Mesi

(U-S-P), Ahmed Al Dairi menatap cemas layar televisi di satu rumah sakit yang ada di Jalur Gaza.
Jantung lelaki berusia 27 tahun itu berdegup kencang. Istrinya yang berada di ruang sebelah sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya. Sedangkan televisi menayangkan pengumuman pemilu di Mesir.
Keduanya sama-sama penting bagi dirinya. Ini semua tentang masa depannya dan jutaan rakyat Palestina yang merindukan kemerdekaan. Kemenangan Dr Mohamed Mursi, calon presiden dari Ikhwanul Muslimin membawa membawa secercah harapan.
Tak heran, lelaki yang baru lulus kuliah jurnalistik di Gaza itu menamakan anaknya yang baru lahir dengan nama Presiden Mesir itu, Mohamed Mursi. Rakyat Palestina mencintai dan juga menghormati sosok presiden baru Mesir itu.
"Istri dan saya sepakat menamai bayi kami yang baru lahir dengan nama Mohamed Moursi untuk merayakan kemenangannya. Dan kemenangan Partai Kebebasan dan Keadilan itu mewakili Ikhwanul Muslimin," ujar Dairi seperti diungkapkannya kepada situs Al Mishry Al Yaum.
Ketua Komisi Tinggi Pemilihan Presiden Mesir, Farouk Soltan pada Ahad (24/6) mengumumkan Mohamad Mursi sebagai pemenang pemilu.
Mursi meraup 13,2 juta suara. Sedangkan lawannya, Ahmad Shafik hanya mengantongi 12,2 juta suara. Mursi dan Shafik bertarung dalam pemilihan tahap kedua pada 16 dan 17 Juni setelah meraih suara terbanyak dalam Pilpres tahap pertama pada 23 dan 24 Mei.
Ikhwanul Muslimin yang sebelumnya merupakan organisasi terlarang, akhirnya meraih kekuasaan tertinggi di Mesir setelah berjuang selama 84 tahun
Sementara di Gaza, Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) menyambut gembira kemenangan Mursi. HAMAS menyatakan bahwa kemenangan Mohamed Moursi akan meningkatkan dukungan pada perlawanan terhadap pendudukan Yahudi.
HAMAS yang didirikan pada 1980-an, merupakan cabang Ikhwanul Muslimin. HAMAS mengusir pasukan yang setia kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas serta menguasai Jalur Gaza pada 2007.
"Kemenangan Mursi mendorong program yang menolak pendudukan dan setiap kerja sama serta normalisasi dengan pendudukan," kata pemimpin HAMAS, Mahmoud Zahar
Sumber : Antara

Insya Allah, Tak Lama Lagi Palestina Merdeka

Insya Allah, Tak Lama Lagi Palestina Merdeka
Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh memegang bendera Palestina dan Mesir dengan latar belakang poster presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi di Gaza, Palestina.

(U-S-P) , Tak berlebihan bila disebutkan kehadiran Mohammed Mursi sebagai presiden baru Mesir menjadi kabar baik dan harapan untuk rakyat Palestina.
Penasihat Aqsa Working Group, Yakhsyallah Mansur, mengatakan kemenangan Mursi sangat berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina berdasarkan faktor sejarah. 
"Kalau benar-benar kemenangan ini berasal dari rakyat, maka Insya Allah kemerdekaan Palestina tidak akan lama lagi," ujar Yakhsyallah.
Masyarakat Indonesia, kata Yakhsyallah, akan terus membantu terwujudnya kemerdekaan Palestina. Hubungan antara Indonesia dan Palestina sudah terjalin sejak lama.
Mufti Palestina Syekh Muhammad Amin Al Husaini pada 1944 mendukung kemerdekaan Indonesia, meskipun pada saat itu kemerdekaan belum diproklamirkan.
Syekh Muhammad Amin Al Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh.
Oleh karena itu, Indonesia akan memprakarsai Konferensi Pembebasan Palestina di Bandung pada 4-5 Juli mendatang.
Yakhsyallah menjelaskan konferensi tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina karena satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) yang belum merdeka. "Perjuangan yang dilakukan bersih dari politik. Ini semata gerakan kemanusian, karena apa yang dilakukan oleh Israel tidak manusiawi," katanya.
Dukungan yang diberikan tidak melalui jalan seperti berperang. Namun, bisa melalui berbagai cara, misalnya, kerja sama pendidikan dan budaya.
"Kami telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Ada dua tenaga pengajar Palestina yang mengajar di tempat kami, dan ada juga mahasiswa Indonesia yang belajar di Palestina," kata Yakhsyallah menambahkan.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi mengatakan bahwa apa yang terjadi di negaranya adalah jelas-jelas pendudukan oleh Israel.
Mehdawi mengatakan Palestina sudah mempunyai pemerintahan sendiri, parlemen, universitas, dan rakyat. "Saya sangat yakin, kemerdekaan itu semakin dekat dan dalam waktu dekat, rakyat Palestina akan merayakan kemerdekaannya," kata Dubes Mehdawi.
Merupakan hal yang wajar, kata Mehdawi, jika sebuah perjuangan untuk kemerdekaan memerlukan waktu. Layaknya Indonesia yang berjuang lebih dari 300 tahun untuk kemerdekaan.
"Apa yang kami inginkan saat ini, adalah bebas dari pendudukan militer, agar generasi muda bisa ke sekolah dan beribadah dengan tenang ke Masjid Al Aqsa," kata Mehdawi.
Dia juga berpendapat, masyarakat Palestina memerlukan dukungan dari rakyat Indonesia. Tidak dengan memberikan bantuan, namun dengan menggerakkan perekonomian di negara itu.
"Berbicara itu penting, tapi yang lebih penting adalah aksi nyata. Misalnya dengan datang ke Palestina untuk berwisata, maka hotel, restoran, dan kehidupan ekonomi di sana akan terus menggeliat," ujar Mehdawi.
Palestina adalah satu-satunya dari 106 negara anggota yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang belum merdeka.
Pada tahun lalu, Palestina meraih kemenangan diplomatik pertama dalam perjuangan memperoleh pengakuan sebagai negara pada saat komite pelaksana UNESCO mendukung usahanya untuk menjadi anggota.
Pengakuan itu menjadi angin segar bagi rakyat Palestina, yang merindukan kemerdekaan sejak kependudukan Israel lebih dari 40 tahun yang lalu.
 Sumber : Antara

Sumbang Gedung KPK, Anggota DPRD Gorontalo Siap Potong Gaji

Sumbang Gedung KPK, Anggota DPRD Gorontalo Siap Potong Gaji
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)


GORONTALO (S-U-P) -- Seorang anggota DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran, berniat menyumbangkan setengah gajinya selama satu tahun untuk rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk dukungan kepada KPK.

"Saya serius berniat menyumbangkan setengah dari gaji saya selama satu tahun untuk pembangunan gedung baru KPK," Ujar Roni, Jumat.

Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) itu menilai KPK layak memiliki gedung baru yang representatif untuk menunjang kinerja mereka dalam pemberantasan korupsi.

Saweran yang sedang dikumpulkan masyarakat, dinilainya wajar sebagai bentuk dukungan terhadap nilai-nilai perjuangan lembaga itu dalam pemberantasan korupsi secara menyeluruh di tanah air. Menurut Roni, keseriusannya dalam menyumbangkan setengah gaji selama satu tahun merupakan bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat yang ingin mendukung kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi hingga ke daerah.

"Jika anggota DPRD sebagai representasi rakyat bisa menyumbangkan gaji yang dimiliki, maka rakyat di daerah ini tak perlu lagi mengumpulkan saweran," ujar Roni.

Dia berharap, apa yang dilakukannya bisa diikuti oleh seluruh angota legeslatif di daerah itu, mengingat kinerja KPK menjangkau 524 kabupaten dan kota termasuk di Provinsi Gorontalo. 

"Agar pemberantasan korupsi tidak sekedar dilakukan di tingkat pusat saja, namun KPK bisa menjalankan fungsinya hingga ke daerah, didukung dengan fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD terhadap pengelolaan dan pemanfaatan keuangan daerah," ujarnya.

Apalagi Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) paling besar disalurkan di daerah-daerah, sehingga pengawasan KPK harus mampu menjangkau pengelolaan keuangan negara yang teralokasikan tersebut. Menurut Roni, indikasi korupsi di daerah diduga masih banyak terjadi pada kegiatan "mark up anggaran".

"Gedung baru bagi KPK yang dibangun dari hasil saweran rakyat, sangat menunjang independensi mereka dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu," tukas Roni.

Sumber : Antara