Rabu, 06 Februari 2013

LA NYALLA: SUDAHLAH JOHAR, MENYERAH SAJA

 
Uckit-Sang-Pencerah - Jakarta : Ketua Umum Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), La Nyalla Mattalitti mengatakan bahwa kekalahan 1-0 yang diderita tim nasional Indonesia dari timnas Irak, merupakan peringatan untuk PSSI, agar sudah waktunya pengelolaan timnas diberikan kepada pemerintah, agar pemain terbaik di Indonesia bisa bergabung.
“Sudah waktunya PSSI Djohar Arifin lempar handuk (menyerah) menangani timnas. Kembalilah kepada MoU 7 Juni 2012 demi sepakbola nasional. Jangan mementingkan kepentingan kelompok saja, supaya PSSI KLB Ancol bisa menyerahkan pemain-pemain terbaiknya,” ujar La Nyalla saat dihubungi, Kamis (7/2/2013).
“Kalau Djohar tidak mau menyerahkan kepada pemerintah, saya mengimbau kepada Menpora untuk segera mengambil alih timnas, untuk menyelamatkan nama bangsa Indonesia. Klub peserta kompetisi ISL itu berada di yurisdiksi PSSI KLB Ancol. Makanya ada Joint Committee atau suatu badan yang netral untuk membahas timnas,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur itu.

JADI PELATIH TIMNAS INDONESIA, INI PROGRAM KERJA LUIS MANUEL BLANCO 

Luis Manuel Blanco

Jakarta (USP) : Luis Manuel Blanco akan memulai pekerjaan barunya sebagai pelatih tim nasional Indonesia, setelah resmi ditunjuk oleh PSSI. Salah satu program awal yang dirancang oleh Blanco adalah peningkatan kondisi fisik dan mental pemain timnas.
Blanco mengatakan, di dua minggu pertama sebagai pelatih timnas, dia akan melakukan pengamatan untuk melihat kemampuan para pemain. Blanco juga akan berkoordinasi dengan klub yang berada di daerah, untuk meminta informasi mengenai keadaan fisik para pemain. Ini nantinya akan menjadi database selama dia menjadi pelatih.
“Metode pelatihan yang saya lakukan untuk meningkatkan potensi fisik para pemain adalah dengan membagi pola latihan menjadi dua grup. Grup pertama dilatih oleh pelatih kepala, sementara grup kedua dilatih oleh pelatih fisik. Latihan dilakukan bergantian selama 1 jam. Kemudian mereka diberikan teori psikologis supaya pemain memiliki pandangan untuk selalu menang pada setiap pertandingan,” ujarnya saat ditemui di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (7/2/2013).
Dilihat dari segi postur tubuh, menurut Blanco pemain Indonesia punya postur tubuh yang hampir sama dengan pemain Argentina. Blanco menilai banyak pemain bagus di Indonesia, dan mereka bisa dibentuk menjadi pemain bintang seperti Sergio Aguero, Diego Maradona, maupun Javier Saviola.
“Mereka adalah pemain yang berkompetisi di level Eropa. Walaupun posturnya tidak terlalu tinggi, mereka bisa bersaing dengan pemain yang berpostur tinggi. Untuk menghadapi itu semua, fisik dan mental pemain harus bagus,” tutur Blanco.
Blanco juga mengatakan bahwa kedatangannya untuk mengubah sepakbola di Indonesia, agar bisa berbicara di tingkat internasional. “Kami ke sini bukan untuk mengikuti kebiasaan sepakbola di Indonesia, tetapi mereka yang harus mengikuti kebiasaan kami. Timnas harus punya karakter. Pemain yang tidak mau berjuang keras, mereka tidak layak berada di timnas,” katanya.
Blanco yang pernah bermain di klub liga Argentina, Lanus dan Boca Juniors, ditunjuk PSSI menangani tim nasional Indonesia Senior dan tim nasional U-23, yang dipersiapkan berlaga di SEA Games 2013 Myanmar.

 BLANCO JADI PELATIH TIMNAS, BOB HIPPY TUDING JOHAR ARIFIN 'OFFSIDE'


Jakarta (USP) : Penunjukan Luis Manuel Blanco menjadi pelatih timnas Indonesia, berbuntut panjang. Beberapa anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, ternyata belum mengetahui proses penunjukan pelatih asal Argentina tersebut.
Salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy, mengatakan, ia sama sekali tidak mengetahui maksud didatangkannya Blanco menjadi pelatih timnas Indonesia. Bob Hippy juga mengaku belum bertemu dengan Blanco untuk membahas teknis pengelolaan timnas.
“Saya tidak tahu bagaimana posisi si Blanco itu di PSSI dan timnas. Saya belum bertemu dengan dia. Pertanyaannya adalah, mau ditaruh di posisi mana pelatih ini?" ujar Bob Hippy saat dihubungi TRIBUNnews.com, Kamis (7/2/2013).

Bob Hippy mengakui bahwa sebelumnya memang ada pembicaraan tentang upaya peningkatan prestasi sepakbola di Indonesia, antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Argentina. Namun menurut Bob, saat itu tidak ada pembahasan mengenai penunjukan Luis Manuel Blanco sebagai pelatih timnas.
“Kami tidak pernah menerima surat dari federasi sepakbola Argentina. Kalau mau tunjuk pelatih, harus ada prosedurnya. Tapi ini hanya sepihak saja,” ujarnya.
Bob Hippy mengatakan bahwa penunjukan Luis Manuel Blanco sebagai pelatih timnas Indonesia, oleh Djohar Arifin Husin, adalah keputusan sepihak. Pasalnya kata Bob Hippy, di dalam statuta PSSI pasal 37, dijelaskan bahwa Komite Eksekutif memiliki salah satu kekuasaan, di antaranya menunjuk pelatih untuk tim nasional dan staf teknis lainnya.
Sebelumnya Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengakui bahwa memang belum ada pembicaraan kepada Komite Eksekutif (Exco) PSSI tentang penunjukan Luis Manuel Blanco. Tetapi menurutnya hal itu sudah menjadi urusannya sebagai Ketua Umum PSSI. “Untuk pembicaraan di Komite Eksekutif PSSI itu urusan kami,” jelasnya.

Sumber : KLIK DISINI, KLIK DISINI, KLIK DISINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar