Rabu, 06 Februari 2013

SEBERAPA BESAR SETORAN FREEPORT INDONESIA SEJAK 1991

Pemerintah memperpanjang kontrak karya 

Freeport pada 1991.

 

 

 

Uckit-Sang-Pencerah - Jakarta : Sejak kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang pada 1991, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu telah membayar kewajiban kepada pemerintah Indonesia sebesar US$14,5 miliar (per September 2012).

"Total kewajiban keuangan itu sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada kontrak karya 1991," kata Head of Corporate Communications Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, kepada VIVAnews.

Seperti diketahui, pada 1991, kontrak karya Freeport Indonesia diperpanjang menjadi 30 tahun hingga 2021 dengan opsi perpanjangan dua kali, masing-masing 10 tahun. 

Ia menjelaskan, jumlah tersebut terdiri atas pembayaran pajak penghasilan badan sebesar US$9,1 miliar, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah, serta pajak-pajak lainnya US$2,7 miliar, royalti US$1,4 miliar, dan dividen sebesar US$1,3 miliar.

Selain itu, Freeport Indonesia memberikan kontribusi tidak langsung bagi Indonesia termasuk investasi infrastruktur di Papua seperti kota, instalasi pembangkit listrik, bandara udara dan pelabuhan, jalan, jembatan, sarana pembuangan limbah, dan sistem komunikasi modern. 

Infrastruktur sosial juga disediakan oleh perusahaan, seperti sekolah, asrama, rumah sakit dan klinik, tempat ibadah, sarana rekreasi, dan pengembangan usaha kecil dan menengah. 

"Freeport Indonesia telah melakukan investasi senilai kurang lebih US$7,2 miliar pada berbagai proyek," katanya.

Sepanjang 2012, perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport Indonesia, telah membayar pajak dan royalti kepada pemerintah senilai US$955,6 juta (Rp9,08 triliun dengan kurs Rp9.500). Namun, setoran itu anjlok 60,2 persen dibandingkan 2011 yang mencapai US$2,4 miliar.
 


SETORAN FREEPORT ANJLOK  KE PEMERINTAH RI 

ANJLOK, APA SEBABNYA  ?

 

Setoran itu anjlok 60,2 persen dibanding 2011 sebesar US$2,4 miliar.

 

Uckit-Sang-Pencerah - Jakarta : Sepanjang 2012, perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport Indonesia, telah membayar pajak dan royalti kepada pemerintah senilai US$955,6 juta (Rp9,08 triliun dengan kurs Rp9.500). Setoran itu anjlok 60,2 persen dibandingkan 2011 yang mencapai US$2,4 miliar.

"Penurunan kontribusi langsung Freeport yang signifikan pada 2012 karena tidak adanya pembayaran dividen 2012," kata Head of Corporate Communications Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, kepada VIVAnews, Selasa 5 Februari 2013.

Selain itu, selama 2012, Freeport Indonesia melakukan kegiatan tambang di area tambang terbuka (open pit) dengan kadar mineral yang rendah. Ditambah pemogokan karyawan pada akhir 2011 dan awal 2012 menjadi penyebab turunnya produksi tembaga dan emas.

Freeport Indonesia optimistis dapat meningkatkan produksi pada 2013, karena akan menambang di daerah dengan kadar yang lebih tinggi. Ia berharap pada 2013 hubungan manajemen Freeport dengan para pekerja semakin membaik dan harmonis.

"Pada akhirnya diharapkan dapat mengembalikan kinerja perusahaan agar dapat kembali membayarkan dividen berdasarkan pada proyeksi harga saat ini," katanya.

Seperti diketahui, total pembayaran langsung yang telah dilakukan Freeport sepanjang 2012 terdiri atas pajak penghasilan badan sebesar US$674,4 juta, pajak lain-lain US$205,2 juta dan royalti US$76 juta. 
 
Siapa Penikmat Terbesar Pajak dan Royalti Freeport

Total setoran Freeport kepada pemerintah RI mencapai Rp9,08 triliun.

 

" Sepanjang 2012, PT Freeport Indonesia memenuhi kewajiban pembayaran kepada pemerintah Indonesia senilai US$955,6 juta (Rp9,08 triliun; kurs Rp9.500). Pemerintah pusat menikmati setoran pajak dan royalti paling besar.

Total pembayaran langsung yang telah dilakukan Freeport sepanjang 2012 terdiri dari pajak Penghasilan Badan sebesar US$674,4 juta, pajak lain-lain sebesar US$205,2 juta dan royalti sebesar US$76 juta.

Dari total pajak triliunan rupiah tersebut, paling besar mengalir ke pemerintah pusat sebesar US$841,2 juta, lalu diikuti oleh pemerintah kabupaten Mimika sebesar US$52,8 juta, pemerintah provinsi Papua sebesar US$34,5 juta dan ke kabupaten-kabupaten lainnya di Papua senilai US$27,1 juta.

"Nilai pembayaran pajak, royalti, dan dividen berfluktuasi sesuai dengan perubahan harga komoditas, tingkat penjualan dan produksi," kata Head of Corporate Communications Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, kepada VIVAnews, Selasa 5 Februari 2013.

Jika dibandingkan setoran Freeport kepada pemerintah pada 2011, pembayaran Freeport Indonesia kepada pemerintah pada 2012 turun drastis. Total pembayaran Freeport selama 2011 mencapai US$2,4 miliar.

Setoran Freeport pada 2011 itu terdiri atas pajak penghasilan badan sebesar US$1,6 miliar, pajak penghasilan karyawan, pajak daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar US$397 juta, royalti US$188 juta, dan dividen bagian pemerintah US$202 juta". 


Freeport Indonesia menargetkan dapat menjual 1,1 miliar pounds tembaga dan 1,2 juta ounces emas pada 2013.

Freeport Papua Kontributor Terbesar Penjualan Emas Induk

Freeport Indonesia targetkan penjualan 1,2 juta ounces emas.

 

PT Freeport Indonesia sepanjang 2012 telah menjual 915 ribu ounces emas dan 716 juta pounds tembaga dari tambang Grasberg, Papua, Indonesia. Penjualan emas dari tambang Indonesia tersebut menyumbang 91 persen penjualan emas perusahaan induk, Freeport McMoran.

Dikutip dari laporan keuangan Freeport McMoran, total penjualan emas Freeport sebanyak 1,01 juta ounces emas. Sementara itu, total penjualan tembaga perseroan sepanjang 2012 mencapai 3,6 miliar pounds. Penjualan tembaga asal Indonesia menyumbang 20 persen penjualan komoditas sejenis perusahaan induk.

Penjualan tembaga dan emas Freeport Indonesia pada kuartal empat 2012 mulai pulih kembali setelah sempat anjlok pada awal 2012, karena berbagai gangguan operasi dan masalah tenaga kerja pada akhir 2011.

Pada kuartal empat 2012, Freeport Indonesia mampu menjual 204 juta pounds tembaga dan 224 ribu ounces emas, lebih tinggi dari kuartal empat 2011 yang hanya 50 juta pounds tembaga dan 102 ribu ounces emas.

Freeport Indonesia menargetkan dapat menjual 1,1 miliar pounds tembaga dan 1,2 juta ounces emas pada 2013. Peningkatan target ini, karena pengembangan tambang bawah tanah DOZ pada kuartal empat 2013 dapat meningkatkan penjualan tembaga 33 persen, dan penjualan emas sebanyak 38 persen.

Sumber : KLIK DISINI,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar