Sabtu, 30 Juni 2012

Pesta Seks, Narkoba, dan Rock N Roll Diam-diam Hadir di Jeddah, Arab Saudi


Godaan duniawi kini tersedia di Jeddah, Arab Saudi. Alkohol, narkoba, dan seks kini tersedia, tetapi tegas di balik pintu tertutup.

Demikian bunyi bocoran lain Wikileaks. Informasi ini dikirimkan tahun lalu dari konsulat jenderal Amerika Serikat di Jeddah. Di Arab Saudi, alkohol dilarang dan hubungan lawan jenis diatur secara ketat.

"Di belakang fasad konservatisme Wahabi, kehidupan malam bawah tanah bagi pemuda elit Jeddah berkembang dan berdenyut," tulis laporan itu.

Sebagai bukti, Konsul Jenderal Martin Quinn mengacu pada pesta Halloween tahun lalu. Laporan yang kemudian dihapus berbunyi: "Bersama dengan lebih dari 150 Saudi muda (laki-laki dan perempuan sebagian besar berusia 20-an dan awal 30-an tahun), ConGenOffs menerima undangan ke pesta Halloween bawah tanah di kediaman Pangeran XXXX di Jeddah pada XXXX."

"Adegan mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan: alkohol berlimpah, pasangan muda menari, seorang DJ ada di balik turntable, dan semua orang mengenakan kostum," katanya.

Aparat kepolisian "menjaga" pesta ini agar tak terendus polisi agama. "Ada ribuan pangeran di Arab Saudi hadir di pesta ini."

Adapun rincian pesta, kabel Wikileaks melanjutkan: "Mereka menyewa bartender asal Filipina khusus untuk meramu koktail menggunakan sadiqi, sejenis minuman keras buatan lokal .... dari obrolan yang terdengar, sejumlah tamu adalah perempuan pekerja."

Kabel melanjutkan dengan membuat garis bewah bahwa ada pasar gelap minuman keras mahal - bahkan untuk pangeran. Se botol vodka Smirnoff dijual setara dengan 400 dolar AS. "Selain itu, meskipun tidak menyaksikan langsung dalam pesta kokain itu, menggunakan ganja adalah umum dalam lingkaran sosial dan telah dilihat pada kesempatan lain," tambahnya.

Konsul Jenderal menarik kesimpulan yang menarik pada akhir pengiriman. "Ini fenomena yang relatif baru di Jeddah ... Hal ini tidak biasa di Jeddah untuk rumah pribadi mewah basement-nya dimanfaatkan untuk bar, diskotik, pusat hiburan, dan klub."

Sumber : republika.co.id

1 komentar:

  1. Jika mmang benar demikian adanya,sungguh ironis dn memprihatinkan sebagai negara yg menjadi kiblat umat Islam di Indonesia khususnya dn muslim sedunia

    BalasHapus