Sabtu, 30 Juni 2012

Warga Tanah Merah Adukan "Si Kumis" kepada Alex

Fabian Januarius KuwadoWarga Tanah Merah, Jakarta Utara mengancam tidak akan memilih calon gubernur manapun dalam Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta apabila keinginan untuk memiliki kartu identitas dan membentuk RT/RW resmi dipenuhi oleh pemerintah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah kependudukan di Tanah Merah, Jakarta Utara, seakan tidak ada habisnya. Sudah 35 tahun warga tinggal di sana, tetapi sama sekali tidak mendapatkan haknya untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP). Akibatnya, segala pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan pun sulit didapat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berdalih bahwa warga Tanah Merah telah memanfaatkan tanah yang bukan wewenangnya karena tanah itu milik Pertamina. Warga pun kecewa. Hal ini pula yang terpancar saat calon gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin, mendatangi wilayah pemukiman padat penduduk tersebut, Jumat (29/6/2012) sore.
Saat itu Alex melakukan orasi di tengah seratusan warga yang hadir. Dia menyoroti persoalan kependudukan yang menjadi masalah utama warga Tanah Merah. "Saya dengar warga di sini sudah lebih dari 30 tahun tinggal, tapi tetap tidak diakui ya? Tidak punya KTP dengan alamat sebenarnya?" kata Alex.
Pertanyaan Alex ini kemudian direspons warga, "Betul!" Alex lalu menanyakan alasan persoalan kependudukan masih terus-menerus terjadi di wilayah itu. "Masalahnya apa?" tanya Alex. "Masalahnya 'Si Kumis' bandel, Pak!" teriak salah seorang bapak.
Ketua RW 08 Tanah Merah, Sugianto, juga mengeluhkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang sama sekali tidak menganggap warga Tanah Merah. Menurutnya, gubernur selaku pimpinan tertinggi Pemprov DKI tidak mendukung kepentingan rakyat. "Dia tidak pro rakyat. Pro pengembang dan pro kapitalis!" teraik Sugianto yang disambut dengan sorak-sorai warga.
Seorang warga lainnya kemudian menimpali bahwa Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sebenarnya sudah mengeluarkan surat edaran agar warga Tanah Merah diberi KTP sesuai alamatnya. Selama ini, warga membayar calo untuk membuat KTP dengan alamat menumpang di berbagai kelurahan, seperti Cempaka Putih, Pulo Gadung, dan Kelapa Gading.
Alex mengaku heran dengan jumlah penduduk sebanyak 35.000 jiwa di Tanah Merah dan sudah ada sejak 35 tahun lalu, tapi tetap tidak ada perubahan. Alex berjanji, jika dirinya terpilih sebagai gubernur, maka seluruh warga Tanah Merah akan mendapatkan KTP sesuai dengan alamat aslinya.
"Ini zalim. Saya tidak akan biarkan ini. Saya, Haji Alex Noerdin, berjanji akan memberikan KTP kepada seluruh warga Tanah Merah," kata Alex.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar